
Infoparlemensukabumi.com||Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat kerja bersama sejumlah mitra kerja dalam rangka pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026, Rabu (8/10/2025), bertempat di Aula Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Jalan Cikembang, Desa Cikembar.
Rapat kerja hari kedua tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Tedi Setiadi, dan dihadiri perwakilan dari berbagai perangkat daerah, di antaranya Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan), Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda, Bagian Ekbang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta perangkat daerah lainnya.
Dalam kesempatan itu, Tedi Setiadi yang juga berasal dari Fraksi Partai Gerindra, menjelaskan bahwa rapat kerja tersebut merupakan tahapan awal pembahasan RAPBD 2026 sebelum masuk ke tingkat pimpinan komisi dan Badan Anggaran (Banggar).
“Hari ini merupakan rapat awal. Usulan dan aspirasi dari Komisi II akan diteruskan ke rapat pimpinan dan Banggar, termasuk masukan dari masing-masing mitra kerja,” ungkap Tedi.
Ia menegaskan pentingnya sinergitas antara DPRD dan mitra kerja agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan efektif dan sesuai harapan masyarakat.
“Kami berharap seluruh mitra Komisi II dapat bersinergi dengan kami, sehingga program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengungkapkan bahwa dari sejumlah usulan yang diajukan pihaknya, hanya sekitar 16 persen yang terakomodir dalam RAPBD 2026. Hal tersebut disebabkan adanya penurunan total anggaran daerah hingga sekitar Rp700 miliar.
“Kami mengikuti kondisi keuangan daerah. Yang penting kegiatan-kegiatan layanan dasar tetap menjadi prioritas utama,” jelas Herdiawan.
Rapat kerja ini menjadi momentum bagi DPRD dan perangkat daerah untuk menyelaraskan prioritas program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal, dengan tetap mengutamakan pelayanan publik dan pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
