DPRD Sukabumi Desak Langkah Konkret Atasi Aksi Pelajar Bacok Pelajar yang Terus Terulang

Infoparlemensukabumi.com||Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden pembacokan terhadap siswa SMK Teknika Cisaat yang terjadi di wilayah Cibadak, Senin (20/10/2025) pagi. Peristiwa tersebut kembali membuka luka lama tentang maraknya aksi kekerasan antar pelajar di Kabupaten Sukabumi.

“Ya, tentunya saya sangat miris dan prihatin mendengar kejadian yang menimpa siswa Teknika Cisaat di wilayah Cibadak,” ujar Ferry, Selasa (21/10/2025).

Ferry mengaku merasakan duka yang mendalam, terlebih sebagai seorang ayah yang juga memiliki anak usia sekolah. Ia menilai, masa remaja seharusnya digunakan untuk menimba ilmu dan membangun masa depan, bukan untuk tindakan kekerasan yang justru merusak kehidupan pelaku dan korban.

“Ini usia yang seharusnya produktif dalam menggali ilmu, malah diisi dengan hal-hal yang merugikan, baik untuk korban maupun pelaku dalam kehidupannya ke depan,” ucapnya.

Menurut Ferry, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Aksi tawuran dan kekerasan antar pelajar telah berulang kali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, ia menilai perlunya langkah konkret dan terukur agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Ini bukan pertama kali, bahkan sangat sering terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sukabumi. Kami akan mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan kepolisian untuk membahas langkah edukasi dan menutup ruang-ruang terjadinya hal seperti ini,” kata Ferry.

Ia menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap maraknya aksi tawuran pelajar. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya menunggu kejadian baru bertindak.

“Pemerintah, kepolisian, dan masyarakat harus bersama-sama mencegah agar kejadian serupa bisa diminimalisir. Edukasi terhadap siswa dan orang tua perlu diperkuat,” tegasnya.

Selain itu, Ferry menilai perlu adanya sanksi tegas bagi pelaku kekerasan sebagai bentuk efek jera. Dengan demikian, para pelajar lain akan berpikir ulang sebelum melakukan tindakan brutal yang serupa.

“Langkah terbaiknya mungkin memberikan sanksi tegas bagi pelaku supaya ada efek jera dan jadi pertimbangan bagi yang lain,” ujarnya.

Ferry juga mendorong agar dibentuk forum lintas sektor antara Dinas Pendidikan, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk merumuskan strategi pencegahan yang komprehensif. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar sekolah.

“Mudah-mudahan ini jadi atensi keras dari kami. Semua unsur harus duduk bersama agar ada langkah nyata, karena keterlibatan masyarakat juga sangat diperlukan untuk tidak memberi ruang bagi praktik tawuran, kekerasan, atau premanisme di kalangan pelajar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *