
Sebagai upaya membangun kesadaran politik sejak dini, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan, melaksanakan kegiatan bertajuk “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” di Hotel Augusta, Cikukulu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (2/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelajar SMA dari berbagai sekolah di wilayah Sukabumi.
Program tersebut merupakan bagian dari empat inovasi strategis DPRD Jawa Barat, yakni Dialog Wakil Rakyat, DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi, DPRD Menyapa Berbasis Budaya dan Kesenian, serta Bale Aspirasi. Melalui inisiatif ini, DPRD Jabar berupaya memperluas jangkauan edukasi politik dan memperkuat interaksi antara lembaga legislatif dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Dalam paparannya, Hasim Adnan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi dan anggota Komisi III DPRD Jabar menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak semata-mata berkaitan dengan proses pemilihan umum atau partai politik. Lebih dari itu, pendidikan demokrasi merupakan sarana membangun kesadaran berbangsa dan bernegara yang partisipatif serta beretika.
“Anak muda hari ini bukan sekadar penerus, tapi penentu arah masa depan bangsa. Memahami demokrasi berarti menyadari bahwa setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab dalam menentukan kebijakan publik,” ujar Hasim di hadapan peserta.
Ia menambahkan bahwa politik seharusnya dikenalkan dalam konteks pengabdian dan kepedulian sosial, bukan dalam bayangan konflik atau ketakutan. Menurutnya, demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika masyarakat terutama generasi muda memahami fungsi politik sebagai instrumen untuk memperjuangkan kemaslahatan bersama.
Dalam sesi dialog interaktif, Hasim menjelaskan berbagai aspek penting terkait peran legislatif dalam sistem pemerintahan daerah, termasuk proses penyusunan kebijakan publik, mekanisme pengawasan anggaran, hingga cara menyalurkan aspirasi masyarakat secara konstitusional.
“Suara generasi muda harus terdengar. Demokrasi akan rapuh jika warganya pasif dan apatis. Sebaliknya, ia akan kuat bila diisi oleh masyarakat yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab yang membahas isu-isu aktual seputar kepemimpinan, keadilan sosial, dan pembangunan daerah. Banyak pelajar mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai makna partisipasi politik serta pentingnya keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial dan organisasi sekolah.
Hasim berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah di Kota maupun Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari program pembinaan karakter kebangsaan dan literasi politik.
“Kami ingin melahirkan generasi yang kritis, santun dalam berdialog, dan berorientasi pada kepentingan publik. Itulah hakikat demokrasi yang sejati,” tutupnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta pesan motivasi kepada para pelajar untuk terus menumbuhkan semangat belajar, berkontribusi bagi lingkungan, dan menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat.
