
Festival Kopi Sukabumi kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda penting yang mendorong pergerakan ekonomi daerah. Tahun ini, gelaran tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, yang menilai festival tersebut memberi dampak nyata bagi petani, pengolah, hingga pelaku usaha kopi lokal.
Dalam keterangannya pada Sabtu (15/11/2025), Budi Azhar menyebut festival ini bukan sekadar kemeriahan tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk mengukuhkan identitas Sukabumi sebagai daerah penghasil kopi berkualitas di Jawa Barat.
“Mewakili DPRD Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran perangkat daerah yang telah menyelenggarakan festival ini,” ujarnya.
Menurut Budi, tingginya jumlah stan yang berpartisipasi menunjukkan besarnya antusiasme para pelaku usaha kopi lokal. Hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa industri kopi di Sukabumi memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengangkat para petani dan pelaku usaha di hulu. Mereka mendapatkan ruang untuk menampilkan produk dan menjalin relasi bisnis,” tambahnya.
Budi menilai Festival Kopi Sukabumi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Ia mendorong agar festival ini menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas antara UMKM dan pelaku usaha besar di wilayah Sukabumi.
“Harapannya, para petani bisa terus berkembang. Kolaborasi antara UMKM dan pengusaha besar mutlak diperlukan agar industri kopi kita semakin maju,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan rantai pasok kopi lokal. Jika hal ini berjalan optimal, Budi yakin bahwa dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kopi Sukabumi pun berpeluang menembus pasar yang lebih luas.
“Ke depan, kita ingin seluruh hotel dan pelaku industri pariwisata di Sukabumi menggunakan suplai kopi lokal,” kata Budi.
Selain itu, Ketua DPRD menyinggung perlunya dukungan regulasi untuk memperkuat ekosistem kopi daerah. Hal ini sejalan dengan visi Sukabumi Mubarokah yang menekankan keberkahan, kemandirian, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Kami di DPRD berkomitmen mendorong pemerintah daerah agar pembinaan terhadap petani dan pengolah kopi terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas produk sebagai kunci agar kopi Sukabumi mampu bersaing, sekaligus menjadi ikon kebanggaan daerah.
“Dengan dukungan regulasi, semangat para pelaku usaha, dan kesinambungan festival ini, industri kopi Sukabumi berpotensi menjadi pilar ekonomi kreatif yang semakin kuat,” pungkasnya.
