Fenomena Anak Jalanan di Sukabumi Jadi Perhatian, Rika Yulistina Serukan Penanganan Terpadu

Infoparlemensukabumi.com||Keberadaan anak jalanan di sejumlah ruang publik Kabupaten Sukabumi kian menjadi perhatian masyarakat. Anak-anak yang masih berusia di bawah umur terlihat mengamen, mengenakan kostum tertentu, hingga membawa kotak amal di persimpangan jalan, SPBU, dan pusat keramaian, bahkan sejak pagi hari.

Fenomena tersebut memunculkan keprihatinan berbagai pihak, salah satunya Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Rika Yulistina. Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan, masa depan, dan hak-hak dasar anak.

“Secara pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya sangat prihatin melihat anak-anak harus mencari nafkah di jalan,” ujar Rika Yulistina.

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi membidangi urusan pendidikan, kesehatan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, persoalan anak jalanan dinilai menjadi isu strategis yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan lintas sektor.

Menurut Rika, anak-anak seharusnya berada di lingkungan yang aman, mendapatkan pendidikan, perlindungan, serta ruang tumbuh yang layak. Keberadaan mereka di ruang publik dengan tingkat risiko tinggi membuka peluang terjadinya kecelakaan, eksploitasi, hingga kekerasan.

Ia menegaskan bahwa persoalan anak jalanan tidak bisa dilihat secara sederhana. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, mulai dari tekanan ekonomi keluarga, minimnya pengawasan, hingga keterbatasan akses pendidikan dan layanan sosial.

Rika juga menekankan bahwa penanganan anak jalanan tidak dapat dilakukan secara parsial maupun represif. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta lembaga perlindungan anak.

“Penanganan harus terpadu dan berkelanjutan. Jika hanya ditertibkan sesaat tanpa solusi, anak-anak akan kembali turun ke jalan,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program rehabilitasi sosial, pendampingan keluarga, serta menyediakan akses pendidikan alternatif bagi anak-anak yang putus sekolah. Pendekatan yang dilakukan, lanjutnya, harus mengedepankan nilai kemanusiaan karena anak jalanan merupakan korban dari kondisi sosial.

Sebagai anggota DPRD, Rika berkomitmen mendorong pembahasan serius terkait isu anak jalanan dalam forum-forum legislatif bersama OPD terkait, termasuk dukungan kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada perlindungan kelompok rentan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam penanganan persoalan ini, tidak hanya dengan memberi di jalan, tetapi melaporkan kepada pihak berwenang agar anak-anak mendapatkan penanganan yang tepat.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Rika berharap, dengan kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat, anak-anak dapat dikembalikan ke lingkungan yang aman—keluarga, sekolah, dan komunitas—sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *